Jumat, 22 Juli 2016

    Ketika hidup mulai berubah karena seseorang, merasuki semua hal dalam hidup. Sungguh dahsyat rasanya, satu kata " jatuh Cinta' mengubah seluruh hidup,mencetak sejarah sepanjang hidup. Memang dahsyta,sehingga kadang aku berpikir mengapa Tuhan sebagai sang pencipta dari Cinta itu sendiri seolah tidak mampu menyelamatkanku ketika aku mulai terenggut oleh Cinta. Bahkan karena Cinta itu, aku jauh daripadaNya dan berjalan melawan arus jalanNya menuju Cinta yang Salah. Baru aku pahami, setelah aku merasakan pahitnya. Itu RencanaNya untuk melihatku bagaimana realitas dari imanku yang ku ucapkan dihadapanNya ketika aku diperhadapkan pada Cinta. Yah, aku menyadari seberapa kecilnya imanku sehingga mempertahankannya untuk satu hal "Cinta", aku masih bisa terjatuh.
    Ketika hidup menjadi terasa indah karena Cinta. Aku merasa hidupku telah sempurna. Bahkan aku selalu berusaha membenarkan Cinta meski itu bertentangan dengan kebenaran, Cintalah membuat mataku buta. Buta melihat apa yang ada didepanku karena kuhanya mengandalkan apa yang kudengar pada kata hati yang sudah dimabukkan Cinta.
    Perkenalan hanya berawal dari pertemuan biasa saja. Bahkan sempat aku merasa tidaka ada hal berbeda diantara kita, Ah, memang Cinta itu ajaib hingga tak kusadari aku tiba-tiba berada dalam kehidupannya, menjalani kisah dengannya. Bahagia..... sangat bahagia. Banyak hal menjadikan hal berkesan dengannya. Dimataku melihatnya sempurna, tak kuhiraukan air mataku meski kadang itu karena dia. Yang aku tahu, aku punya mimpi untuk selalu bersamanya sampai akhir hidupku.... Perjalanan Cinta bersamanya seolah menjadi warna hidupku, Merenggut hatiku, Jiwaku, bahkan tubuhku seutuhnya menjadi miliknya. Kupikir itulah cinta...Rela memberi segalanya untuk bahagia. Kututup hidupku untuk hal yang lain. Kututup mataku untuk memandang yang lain. Kututup telingaku untuk apapun yang akan membuat aku berubah tentang dia....
Hm. segitu kuatnyakah cinta itu sehingga dalam waktu sekejapdapat mengubah segalanya? Cinta mengubah hidupku. Akupun tak peduli apa yang akan terjadi nantinya, selain terbuaimenikmati keindahan yang ditawarkan cinta itu...
    Ketika Cinta mulai ternodai oleh dosa yang menjadi buat dari cinta buta itu, segalanya pun terasa berubah. Ketulusan yang dulu kuterima, kini  dipenuhi torehan-torehan luka. Kupikir itu tantangan untuk cinta yang kurasakan, yang kutahu saling mencintai adalah hal yang terpenting. semakin lama, semakin kurasakan Cinta itu berubah. Berubah seolah menjadikanku budaknya. Menerima sakitnya dan kebahagiaan yang dulu ada mulai terenggut dariku. aku masih kuat, kuat karena cinta yang kumiliki. yang kutahu dia harus terus bersamaku...
   Ketika Cita tergores oleh penghianatan. Cinta yang dulu memberiku kekuatan, kini memberiku kehancuran, air mata yang tidak berkesudahan membuat mataku terbuka melihat cinta yang aku percaya adalah kemunafikan. Sungguh menoreh kegilaan ketika mendengarnya melepas cintaku demi bersama hati yang baru. Aku tak tahu harus membawa cintaku pada siapa, sementara memikulnya seorang diri terlalu berat rasanya :'( . Dia bahagia, dengan meninggalkan luka parah bersama serpihan hatiku yang hancur...
   Cinta itu memandang semua menjadi suatu kebahagiaan. Bahkan ketika dia tersenyum bersama orang lain, tapi cinta dihati tetap menginginkannya. Tak peduli harga diri menjadi pengemis cintanya. Mungkin Cinta juga seperti kutukan hati, dimana dia selalu melekat apapun yang terjadi. memulai Cinta yang baru tak semudah merasakan awal cinta yang dulu. Meski kesempurnaan yang lebih telah terbentang didepan, namun tangan tetap meraba apa yang ada dibelakang. Yah, hati kecil tetap pada pendirian cinta yang telah terlewatkan oleh penghianatan. Cinta itu seperti penyakit, ketika hati mulai merasakan kesendirian memandang serpihan cinta yang tergeletak. Jiwa meraung-raung seolah ada torehan benda yang sangat tajam melukai hati. Bertahan meski menyakitkan, entah energi macam apa yang ditimbulkan cinta sehingga aku begitu kuat bertahan.
   Cinta itu sakit... sangat sakit ketika semua terlihat. Cinta dibalas dengan dusta. Cinta yang kuberi dulumenutupi segala permainan yang ada dibalik cinta itu. bahkan ketika cinta itu dijadikan alat untuk memandang diriku lemah aku tak mampu melihatnya karena semua tertutup oleh cinta. Cinta itu seperti dendam, tak peduli apa yang akan terjadi . yang aku tahu semua orang harus tahu Cintaku, bahkan aku berusaha merebut cintaku kembali, tak peduli ada satu korban hati yang akan terluka.
   Cinta itu kebodohan, ketika aku mulai dipersalahkan atas semua cintaku. Karena mataku telah buta, Aku telah menjadi perampok bagi orang lain bahkan membuatku menjadi penyebeb luka bagi orang lain. Kini Cintaku meberiku makian menyakitkan. aku tak tahu harus mempersalahkan siapa, mempersalahkan aku yang mencoba mengenal cinta ataumempersalahkna cinta yang mencoba menggodaku??
semua menunggalkanku karena Cinta. aku hancur dan terluka karena Cinta, aku tetap sendiri karena Cinta, bahkan aku tak lagi utuh karena cinta dan Aku tetap menanti untuk Cinta....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar